Perspektif Feminis Pada Akun Twitter Magdalene: Satu Tinjauan Sastera Feminis

Feminist Perspective on Magdalene’s Twitter Account: A Review of Feminist Literature

  • Rd. Bily Parancika Bina Sarana Informatika University, Indonesia
  • Fitriardi Wibowo Proklamasi 45 University, Indonesia
  • Sri Suharti Bina Sarana Informatika University, Indonesia
Keywords: feminis, magdalene, isu perempuan, akun twitter

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk lebih meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai feminisme yang menjadi sangat perlu untuk diperhatikan. Adapun masalah yang melatarbelakangi penelitian ini umumnya berdasarkan ras, agama, suku, gender, atau orientasi seksual dalam bentuk kekerasan, penuntutan, dan intimidasi karena perbedaan identitas atau persepsi. Penelitian ini bertolak pada tinjauan sastera feminis yang dilakukan menggunakan metode analisis isi narasi. Tujuan penggunaan analisis isi narasi dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi isi dan hal-hal substansial dari teks akaun Magdaleneid. Hasil analisis disajikan dalam bentuk deskripsi-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa artikel-artikel yang dimuat dalam akaun twitter Magdalenid memang berangkat dari perspektif warganet terhadap isu-isu perempuan di berbagai belahan dunia, terutama yang mengangkat isu kekerasan seksual, kekerasan dan kesetaraan gender, seksualitas perempuan, dan pelecehan seksual. 

References

A.Halim Ali (2018) Inti Sari Teori Sastera Darat dan Malaysia. Shah Alam, NHA Excell Resources

Abdullah, I. R., & Ali, A. H. (2019). Terapan Konsep Feminisme Talbiah Dalam Cerpen Akar Cinta Karya Aminah Mokhtar. Rumpun Jurnal Persuratan Melayu, 7(1), 46-85.

Arivia, G. (2006). Feminisme: sebuah kata hati. Penerbit Buku Kompas.

Doko, E. W., Suwitra, I. M., & gayatry Sudibya, D. (2021). Tradisi Kawin Tangkap (Piti Rambang) Suku Sumba di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Konstruksi Hukum, 2(3), 656-660.

Djajanegara, S. (2000). Kritik sastera feminis: sebuah pengantar. Gramedia Pustaka Utama. Hanafi, D. Semiotika Tubuh Perempuan. Indigo Media. https://wikipedia.org

https://magdalene.co/story/tanpa-disadari-kita-jadi-pelaku-reviktimisasi-kekerasan-seksual (25 Agustus 2021)

https://magdalene.co/story/kawin-tangkap-kekerasan-dan-tradisi-yang-problematik

(24 Agustus 2021)

https://womenlead.magdalene.co/2021/08/24/bolehkah-perempuan-berkarier-dalam-islam/ (26 Agustus 2021)

https://magdalene.co/story/zarifa-ghafari-wali-kota-perempuan-termuda-afghanistan-yang-diancam-taliban (24 Agustus 2021)

https://magdalene.co/story/mimi-dan-serba-salah-jadi-ibu-pengganti-di-india

(25 Agustus 2021)

https://womenlead.magdalene.co/2021/09/07/matahara-kekerasan-ibu-pekerja-yang-marak-di-jepang/ (7 September 2021)

https://magdalene.co/story/pesan-para-janda-untuk-perempuan-lajang-di-luar-sana

(13 September 2021)

https://magdalene.co/story/hati-hati-ukhti-akhi-akhi-cabul-itu-ada (14 September 2021)

Intan, S. (2014). Kedudukan Perempuan Dalam Domestik Dan Publik Perspektif Jender (Suatu Analisis Berdasarkan Normatifisme Islam). Jurnal Politik Profetik, 2(1).

Istiarohmi, L. (2020). Cyberfeminism sebagai strategi untuk menciptakan kesetaraan gender melalui Teknologi Komunikasi: studi Etnografi Virtual terhadap Akun Twitter Magdalene (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).

Malindi, L. W. Perlndungan Hukum Terhadap Ibu Pengganti (Surrogate Mother) Yang Mengikatkan Diri Dalam Perjanjian Sewa Rahim (Surogasi) Di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi, 8(1), 36-51.

Maryani, E., & Adiprasetio, J. (2017). Magdalene. Co sebagai media advokasi perempuan.

Nafisah, D. (2019). Afghanistan di bawah Pemerintahan Taliban Tahun 1996-2001 M (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).

Nasution, I. (2014). Modenisasi dan Postmodenisasi dalam Sastera Indonesia. Rumpun Jurnal Persuratan Melayu, 2(1), 84-95.

Puspitorukmi, N. (2019). Konstruksi Feminisme dalam Media Sosial (Analisis Wacana Kritis Tentang Feminisme Pada Akun@ magdaleneid di Instagram).

Rakhman, I. A. (2019). Islam dan Egalitarianisme: Ruang Terbuka Kesetaraan Gender. At-Ta'wil, 1(01), 62-73.

Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar gender dan feminisme: Pemahaman awal kritik sastera feminisme. Garudhawaca.

Sari, A. V., & Wiyatmi, W. (2021). Sexual Politics in Fiksimini: Analysis of Feminist Critical Discourse. International Journal of Linguistics, Literature and Translation, 4(2), 111-119.

Setiawan, Y. B. (2021). Analisis wacana kritis pemberitaan kekerasan berbasis gender di surat kabar harian suara merdeka. Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna, 2(1), 13-20.

Walters, M. Feminisme: Sebuah Pengantar Singkat. IRCISOD.

Wahid, A. H., & Abu, A. G. H. (2015). Membina Kritikan Sastera Melayu dalam Jalur Pascamodenisme. Rumpun Jurnal Persuratan Melayu, 3(1), 34-46.

Widiastuti, B. H. (2020). Persepsi dan Reviktimisasi pada Perempuan Penyintas Kekerasan Seksual. Ristekdikti: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5(2).

Published
2021-11-17
How to Cite
Parancika, R. B., Wibowo, F., & Suharti , S. (2021). Perspektif Feminis Pada Akun Twitter Magdalene: Satu Tinjauan Sastera Feminis. RUMPUN JURNAL PERSURATAN MELAYU, 9(2), 11-23. Retrieved from http://rumpunjurnal.com/jurnal/index.php/rumpun/article/view/150